

sebuah persembahan kecil untuk profesi dan aktivitas ku di muka bumi ini







Rehat sejenak, menikmati libur cuti. Meski tiga hari, tapi nikmat dan kesannya sangat mendalam. Menemani bapak kontrol ke rumah sakit dan nemanin ibu belanja ke Pasar Beringharjo. Pilih-pilih batik pun tak terhindarkan. Sarung dan kemeja batik berhasil di genggaman. Tak lupa membeli oleh-oleh buah untuk keponakan di rumah.
Permainan cahaya oleh Joko Sriyono, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, "menghidupkan" penampilan kelompok musik perkusi Sipakatu Esamble di Teater Besar ISI Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/5) malam. Pertunjukan cahaya dengan tajuk "Imajiner Cahaya" ini sebagai hasil eksplorasi untuk memberikan dimensi, nuansa, dan imajinasi yang berbeda dari sebuah pertunjukan panggung. Yaaaa ............., gambar ini sengaja aku munculkan untuk memberikan kesempatan mata dan hati kita sejenak beristirahat. Rehat menikmati sisi lain kehidupan. Tidak selamanya hidup itu susah. Seorang kawan pernah berujar "urip ki wis susah, ojo mbok gawe susah"-hidup sudah susah, jangan kau buat tambah susah.


Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM memicu reaksi beragam dari masyarakat. Pro kontra tentang kebijakan ini tidak hanya terjadi pada tataran wacana di media massa atau sesi-sesi ilmiah di televisi maupun di kampus, melainkan sudah sampai ke masyarakat paling bawah.
Menjelang perhelatan akbar di Solo, yaitu Karnaval Batik Solo, pada 13 April 2008, para calon peserta mulai mempersiapkan kostum yang mereka rancang sendiri. Selain dipresentasikan kepada instruktur-dari Jember Fashion Carnaval-kostum mereka juga dipresentasikan kepada sesama peserta di Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2008). Selaian presnetasi kegiatan ini juga untuk mendapat masukan sehingga saat hari H nya mereka bisa tampil maksimal.
Agenda, perayaan, atau tradisi tahunan sekaten di Solo sudah dimulai, tapi baru pasar malam. Agenda lain, yang menjadi inti sekaten, ditandai keluarnya dan berbunyi gamelan Keraton Solo, masih beberapa hari lagi. Meski tidak semeriah tahun lalu, setidaknya menurut sejumlah media lokal ditandai dengan belum semua stan terjual, namun hajatan tahunan ini tetap saja menarik. Salah satu ciri khas pasar malam Sekaten adalah hadirnya sejumlah wahana hiburan rakyat, seperti rumah hantu, tong setan, komedi putar, dan lainnya. Sebenarnya ada satu lagi hiburan rakyat di pasar malam Sekaten yang paling ditunggu, yaitu pentas dangdut. Namun beberapa tahun ini, sekitar 5 tahun, musik rakyat ini sudah tidak dipertontonkan. Alasannya jelas, yaitu pentas dangdut dianggap menodai makna sekaten. Maklum saja, dalam setiap pentas dangdut, penyanyi-penyanyi yang manggung akan berdandanan seksi, mungkin seronok, dan tentu saja dengan goyang yang aduhai (yang dibelakang apa sudah siap digoyang. tangan di atas. yang jauh mendekat yang dekat merapat.....)
Copyright 2007 ID Media Inc, All Right Reserved. Crafted by Nurudin Jauhari